Kombinasi Wisata yang Sejuk dari Bromo dan Malang

Setelah menilik blog ini, ternyata ada 3 draft yang belum saya selesaikan. Hadeeh…tapi saya ingin menulis pengalaman saya yang masih hangat ini. πŸ˜€

Yeeiy…Liburan Term 1 sudah tiba. Satu minggu yang saya nantikan sejak awal tahun ajaran 2015-2016. Hehehe… Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman saya bersama teman-teman guru saya ketika memulai libur kami dengan mengunjungi tempat yang lama kami nantikan, yaitu Bromo. Yeeeiy…Saya pribadi sangat merindukan Malang. Kota yang sejuk, nyaman, bersih dan membuat saya jatuh hati pada tempat-tempat wisatanya.

Setelah mengadaptasikan diri dan anak-anak selama delapan minggu pertama, tibalah libur Term 1 kami selama satu minggu. Saya dan lima teman sesama guru sudah berencana untuk pergi ke Bromo melalui Malang di liburan ini. Kami memutuskan untuk berangkat lebih awal yaitu pada hari Jumat, 9 Oktober 2015. Sekitar tiga minggu sebelumnya, kami sudah memesan tiket kereta menuju Malang. Alasan kami menuju Bromo melalui Malang karena kami ingin mengunjungi salah satu pantai di Malang yang mana masih jarang dikunjungi. Kereta kami berangkat dari Stasiun Tawang pada pukul 11.30 malam dan sampai di Stasiun Malang Baru sekitar pukul 8.20. Sesampainya di Malang, kami mengisi perut dengan soto di depan stasiun. Kami pun memutuskan untuk menyewa mobil menuju Malang. Setelah melalui negosiasi yang alot (ciyeeh..), akhirnya kami menyewa mobil beserta sopirnya dengan harga Rp 650.000. Beruntung kami mendapat sopir yang baik dan mobil yang luas, yaitu mobil Kijang Inova. Kami pun langsung berangkat menuju penginapan di Cemoro Lawang.

Touch down penginapan sekitar pukul 12.10. Kami menginap di Homestay Yoschi. Tempatnya cukup nyaman dan hangat karena kamar tempat kami menginap berlantai kayu. Desain homestay ini seperti penginapan di Bali. Homestay ini juga memiliki cabang di Bali dan kota lainnya. Saya dan teman-teman memilih kamar yang muat untuk tujuh orang dengan lima tempat tidur. Di sana juga terdapat cafe dengan menu yang bervariasi juga. Kami pun segera memesan makan siang.

Kegiatan selanjutnya kami gunakan untuk bersantai saja dan tidur lebih awal karena kami harus bangun jam 03.00 pagi untuk melihat matahari terbit dan memulai petualangan kami di Bromo. Berkat pak sopir kami, yaitu pak Hari, kami bisa mendapatkan mobil Jeep yang cukup murah untuk empat tempat wisata yaitu Pananjakan, Kawah Bromo, Bukit Teletubies dan Pasir Berbisik. Kami bangun sekitar jam 2 pagi dan mulai bersiap. Saya dan teman-teman sarapan pisang. Pisang sangat praktis dan memberi cukup energi. Kami juga wudhu agar nantinya tak perlu berwudhu di mushola dengan angin yang dingin. Sampai di Pananjakan, jeep kami ternyata tidak bisa parkir lebih dekat lagi dengan tangga Pananjakan. :(( Dengan jarak yang masih lumayan jauh, kemacetan jeep beserta ojek dan bau asap knalpot yang membuat saya jadi tambah ngos-ngosan sampailah saya dan seorang teman saya pada mushola, ya, kami terpisah dari rombongan. Ketika saya sholat pun, saya tidak menemukan teman saya. Maklum kurang komunikasi di awal karena ada panggilan alam. πŸ˜€ Well, saya tetap santai melenggang tapi dengan pak ojek menuju spot untuk melihat matahari terbit karena akhirnya saya bertemu rombongan di sana. πŸ˜€ Sampai di sana, spot sudah dipenuhi banyak orang tapi saya tetap bisa menerobos karena banyak orang yang menyerah menunggu sang mentari terbit. Hihihi…

Selanjutnya, kami langsung dibawa jeep menuju Kawah Bromo. Yah, lagi-lagi jeep berhenti jauuuh dari spot dan kali ini yang “menggoda” adalah si kuda. Berjalan di tanah berpasir memang lebih membutuhkan tenaga ditambah dengan kelihaian kita dalam menghindari “ranjau” alias kotoran kuda πŸ˜€ Kami tetap menahan godaan dan tetap berjalan menuju kawah Bromo karena kami masih harus menaiki anak tangga menuju Kawah Bromo. Salah seorang teman saya menghitung jumlah anak tangganya. Ada sekitar 230 anak tangga menuju kawah Bromo.

Bromo

Bromo

Setelah itu, kami menuju bukit Teletubies. Sayangnya, mungkin karena kemarau yang panjang ini, bukit Teletubies kurang begitu hijau. Selesai dengan bukit Teletubies, tempat berikutnya adalah Pasir Berbisik. Di sana terbentang dataran berpasir yang Subhanallah luas sekali. Setelah jepret sana-sini kami diantar kembali ke penginapan. Sampai di penginapan sekitar pukul 10.50, kami langsung menyantap sarapan layaknya orang kelaparan. πŸ˜€

Pukul 12.00 siang kami check out dan langsung menuju Malang. Sampai di Malang kami mampir di Rumah makan Bakso President. Tempat ini unik karena di depan rumah makan ini adalah rel kereta aktif dan beberapa artis ibu kota pun pernah mampir makan di tempat ini. Berikut penampakannya…

Bakso Presiden, Malang

Bakso Presiden, Malang

Kami lalu menuju guest house Kosabra. Kami mendapat kamar untuk 3 orang dengan 2 tempat tidur kalau tidak salah seharga Rp 130.000. Tempatnya nyaman dan cukup bersih. Paginya kami diantar pak Hari menuju destinasi selanjutnya yaitu pantai Balaikambang. Tapi kami mampir sarapan di soto maknyus yaitu Warung Soto Ambeng sesuai saran pak Hari. Benar-benar mantap soto di warung soto Ambeng ini. Harganya pun terjangkau. Saya memilih soto telur seharga Rp 12.000. Perjalanan menuju pantai Balaikambang cukup berkelok-kelok sampai saya mabuk dibuatnya. Tapi semua terbayarkan dengan indahnya pantai Balaikambang. Saya suka pantai seperti Balaikambang karena ombaknya jauh dari tepi pantai. Tiket masuk pantai Balaikambang seharga Rp 11.000 dan parkir mobil seharga Rp 10.0000. Berikut ini penampakan narsis saya. πŸ˜€

Pantai Balaikambang, Malang

Pantai Balaikambang, Malang

Selesai bermain air di bawah sinar matahari yang terik, kami mampir ke toko Oen untuk makan sore. Harga di tempat makan ini membuat isi dompet saya sepi. πŸ˜€ satu scoop es krim dihargai Rp 20.000. Setelah itu, kami diantar ke tujuan terakhir yaitu penginapan salah seorang teman kami yang menjadi spot penjemputan travel kami. Sembari menunggu jemputan mobil travel kami pukul 19.00, kami merinci biaya akomodasi yang kami keluarkan. Berikut ini rincian biaya yang kami berenam keluarkan selama di Bromo dan Malang:

Kereta Semarang-Malang Rp 690.000
Sewa mobil + Sopir Malang-Bromo Rp 650.000
Akomodasi Sopir di Bromo Rp 150.000
Guesthouse di Bromo Rp 450.000
Jeep Rp 600.000
Tiket masuk Bromo Rp 200.000
Sewa mobil + Sopir Bromo-Malang Rp 650.000
Guesthouse di Malang Rp 260.000
Sewa mobil menuju pantai Rp 650.000
Tiket masuk pantai Rp 200.000
Travel Malang-Semarang Rp 750.000
Total akomodasi kami berenam : Rp 5.250.000

Jadi biaya akomodasi tiap orang adalah Rp 875.000.

Dari pengalaman saya ini, berikut tips yang bisa saya berikan:

* Bau belerang kawah Bromo sangat menyengat dan membuat banyak pengunjung batuk-batuk. Siapkan masker, kalau perlu basahi masker dengan air.
* Ketika mengejar sunrise di pagi yang gelap, tetaplah bersama rombongan anda agar tidak seperti saya. Hehe..
* Sarapan pisang sebelum memulai mendaki sangat cocok karena memberi energi tanpa memberi rasa penuh dan kantuk

Demikian tulisan saya kali ini. Semoga bermanfaat… Ciao πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s