Liburan Akhir Tahun di Bogor dan Sukabumi

Selamat Tahun baru 2016, yeee…tambah cantik. Lho?! Hehehe. Semoga Kita tambah yang baik-baik. Halo semua yang mampir di blog saya. Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya berlibur yang tidak sengaja jatuh di malam tahun baru. Ya, libur saya satu bulan tapi karena ada hal-hal yang menyibukkan di rumah, saya baru melancong tanggal 30 Des – 4 Jan. Jalan-jalan kali ini tidak di daerah timur melainkan barat… Yeeiy… Semua sudah diatur. Alhamdulillah saya sudah ke Bromo beberapa bulan yang lalu karena kali ini Bromo lagi ngambek L dan saya memang berencana mengunjungi adek laki-laki tercinta bersama adek perempuan tercinta. Hihihi…apa ya sebutannya, siblings day out. Tidak banyak yang kami kunjungi karena memang tujuan utama kami adalah saling jumpa. Adek laki-laki saya bekerja di perusahaan negara dan ditempatkan di Sukabumi. Rencana kami, pada tanggal 31 Des kami mau ke Sukabumi setelah mampir ke Kebun Raya Bogor (KRB). Tapi karena jalanan arah ke Sukabumi macet gila di malam tahun baru jadi kami menundanya.

Baiklah, kami baru pesan tiket kereta seminggu sebelumnya. Haduuh…dapet yang mahal. Budget dilipatgandakan karena membawa si adek. Kami dapat tiket SMG Tawang – JKT Pasar Senen seharga Rp 200.000 dengan kereta Menoreh. Kami berangkat pukul 21.00 dari stasiun Tawang dan turun di stasiun Jatinegara pukul 4.15 pagi. Kami turun di Jatinegara untuk naik Commuter Line menuju Bogor. Sebenarnya bisa naik dari stasiun Pasar Senen tapi biasanya tempat duduk sudah penuh dan kami tidak mau berdiri sepanjang perjalanan menuju Bogor selama hampir 2 jam. Hehehe. Tiket ComLine menuju Bogor sangat murah, hanya Rp 5000 plus jaminan kartu Rp 10.000 yang nantinya kartu bisa diuangkan lagi. Berikut penampakan tiket ComLine harian.

comline

Sesampainya di stasiun Bogor, kami langsung menuju penginapan. Kami menginap di Penginapan Abu Pensione. Tempatnya sangat dekat dengan stasiun. Kami memesan kamar standard tanpa AC. Berhubung hari itu malam pergantian tahun, si Abu menaikkan tarif. Haeeh…Baaaaiikklaaah. Salah saya yang mepet pesan kamar, penginapan lain sudah penuh semua. Tempatnya bagi saya sih lumayan. Saya tidak berharap furniture mewah, tapi #1 harus bersih. Penginapan ini bagi saya masih kurang bersih dan ubinnya lengket karena cara mengepelnya salah. Saya lupa mengambil foto kamar dan baru ingat setelah sudah acak-acakan. 😀

Sesampainya di penginapan sekitar pukul 8.30, kami diperbolehkan langsung check in pagi itu juga. Kami langsung bersiap menuju KRB. Saya sudah lama ingin ke sana. Saya suka yang ijo-ijo asal bukan kolor ijo. Tempat penginapan kami dekat dengan pangkalan angkot di sebelah stasiun. Berdasarkan informasi yang saya kumpulkan, kami pun menuju KRB dengan angkot no.03. Untuk tarifnya, saya tidak tahu pasti karena tidak mau tanya takut ketahuan kalau turis lokal. Hihihi..mungkin sekitar Rp 3500.

Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor

Malamnya, saya dan adek perempuan saya hanya bersembunyi di kamar. Huhu. Saya kawatir kalau keluar, serasa banyak mata memandang. Maklum princess sedang tanpa pengawal. Daripada parno dengan pikiran saya sendiri. Lebih baik mumpet karena si adek laki-laki juga berpesan demikian, khawatir. Hehehe…Kata Spiderman “My spidey sense’s tingling”. Kalau saya, “My princess sense’s tingling” alias takut diculik, cangkingable. 😥 Bagaimanapun juga, traveler wanita harus selalu waspada. Mungkin saya saja yang berlebihan tapi saya memilih pilihan yang aman. Di malam tahun baru, yang mana pertama kalinya kami tidak kumpul keluarga dan tidak kemana-mana. Xixixi…Saya tidak mengeluh dan berharap pagi segera datang karena kami hendak berjumpa dengan adik laki-laki. Yeeiy…Kami pun kembali check in di guesthouse yang sama dengan kamar untuk 3 orang.

Selanjutnya kami mengunjungi istana bogor dan memberi makan rusa istana. Lalu kami lanjut berbelanja di Botanical Square. Wow…menurut saya memang mall ini lebih lengkap dan sesuai harganya jika dibandingkan mall di kota kami. Hehehe.

Esoknya kami mengunjungi kawasan tas Tajur yang katanya terkenal dengan tas keren berharga miring. Tapi setelah mengunjungi pabrik dan tokonya, kami tetap tidak menemukan tas cocok untuk ibunda tercinta. Berlanjutlah kami ke destinasi berikutnya yaitu Sukabumi lebih tepatnya Pelabuhan Ratu. Angkutan umun menuju Pelabuhan Ratu setahu saya cuma bis. Dari Bogor sampai terminal Pelabuhan Ratu memakan waktu 3 jam dan dari Pelabuhan Ratu ke Bogor memakan waktu 5 jam karena jalur ke Bogor menanjak.

Tak banyak yang kami lakukan di Pelabuhan Ratu karena kami harus segera pulang. Kami hanya mengunjungi pasar dekat terminal dan Pantai yang berpasir hitam di pagi hari.

Demikian pengalaman saya di Bogor dan Pelabuhan Ratu. Silakan email jika ada pertanyaan. 😊

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s