0

Liburan Akhir Tahun di Bogor dan Sukabumi

Selamat Tahun baru 2016, yeee…tambah cantik. Lho?! Hehehe. Semoga Kita tambah yang baik-baik. Halo semua yang mampir di blog saya. Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya berlibur yang tidak sengaja jatuh di malam tahun baru. Ya, libur saya satu bulan tapi karena ada hal-hal yang menyibukkan di rumah, saya baru melancong tanggal 30 Des – 4 Jan. Jalan-jalan kali ini tidak di daerah timur melainkan barat… Yeeiy… Semua sudah diatur. Alhamdulillah saya sudah ke Bromo beberapa bulan yang lalu karena kali ini Bromo lagi ngambek L dan saya memang berencana mengunjungi adek laki-laki tercinta bersama adek perempuan tercinta. Hihihi…apa ya sebutannya, siblings day out. Tidak banyak yang kami kunjungi karena memang tujuan utama kami adalah saling jumpa. Adek laki-laki saya bekerja di perusahaan negara dan ditempatkan di Sukabumi. Rencana kami, pada tanggal 31 Des kami mau ke Sukabumi setelah mampir ke Kebun Raya Bogor (KRB). Tapi karena jalanan arah ke Sukabumi macet gila di malam tahun baru jadi kami menundanya.

Baiklah, kami baru pesan tiket kereta seminggu sebelumnya. Haduuh…dapet yang mahal. Budget dilipatgandakan karena membawa si adek. Kami dapat tiket SMG Tawang – JKT Pasar Senen seharga Rp 200.000 dengan kereta Menoreh. Kami berangkat pukul 21.00 dari stasiun Tawang dan turun di stasiun Jatinegara pukul 4.15 pagi. Kami turun di Jatinegara untuk naik Commuter Line menuju Bogor. Sebenarnya bisa naik dari stasiun Pasar Senen tapi biasanya tempat duduk sudah penuh dan kami tidak mau berdiri sepanjang perjalanan menuju Bogor selama hampir 2 jam. Hehehe. Tiket ComLine menuju Bogor sangat murah, hanya Rp 5000 plus jaminan kartu Rp 10.000 yang nantinya kartu bisa diuangkan lagi. Berikut penampakan tiket ComLine harian.

comline

Sesampainya di stasiun Bogor, kami langsung menuju penginapan. Kami menginap di Penginapan Abu Pensione. Tempatnya sangat dekat dengan stasiun. Kami memesan kamar standard tanpa AC. Berhubung hari itu malam pergantian tahun, si Abu menaikkan tarif. Haeeh…Baaaaiikklaaah. Salah saya yang mepet pesan kamar, penginapan lain sudah penuh semua. Tempatnya bagi saya sih lumayan. Saya tidak berharap furniture mewah, tapi #1 harus bersih. Penginapan ini bagi saya masih kurang bersih dan ubinnya lengket karena cara mengepelnya salah. Saya lupa mengambil foto kamar dan baru ingat setelah sudah acak-acakan. 😀

Sesampainya di penginapan sekitar pukul 8.30, kami diperbolehkan langsung check in pagi itu juga. Kami langsung bersiap menuju KRB. Saya sudah lama ingin ke sana. Saya suka yang ijo-ijo asal bukan kolor ijo. Tempat penginapan kami dekat dengan pangkalan angkot di sebelah stasiun. Berdasarkan informasi yang saya kumpulkan, kami pun menuju KRB dengan angkot no.03. Untuk tarifnya, saya tidak tahu pasti karena tidak mau tanya takut ketahuan kalau turis lokal. Hihihi..mungkin sekitar Rp 3500.

Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor

Malamnya, saya dan adek perempuan saya hanya bersembunyi di kamar. Huhu. Saya kawatir kalau keluar, serasa banyak mata memandang. Maklum princess sedang tanpa pengawal. Daripada parno dengan pikiran saya sendiri. Lebih baik mumpet karena si adek laki-laki juga berpesan demikian, khawatir. Hehehe…Kata Spiderman “My spidey sense’s tingling”. Kalau saya, “My princess sense’s tingling” alias takut diculik, cangkingable. 😥 Bagaimanapun juga, traveler wanita harus selalu waspada. Mungkin saya saja yang berlebihan tapi saya memilih pilihan yang aman. Di malam tahun baru, yang mana pertama kalinya kami tidak kumpul keluarga dan tidak kemana-mana. Xixixi…Saya tidak mengeluh dan berharap pagi segera datang karena kami hendak berjumpa dengan adik laki-laki. Yeeiy…Kami pun kembali check in di guesthouse yang sama dengan kamar untuk 3 orang.

Selanjutnya kami mengunjungi istana bogor dan memberi makan rusa istana. Lalu kami lanjut berbelanja di Botanical Square. Wow…menurut saya memang mall ini lebih lengkap dan sesuai harganya jika dibandingkan mall di kota kami. Hehehe.

Esoknya kami mengunjungi kawasan tas Tajur yang katanya terkenal dengan tas keren berharga miring. Tapi setelah mengunjungi pabrik dan tokonya, kami tetap tidak menemukan tas cocok untuk ibunda tercinta. Berlanjutlah kami ke destinasi berikutnya yaitu Sukabumi lebih tepatnya Pelabuhan Ratu. Angkutan umun menuju Pelabuhan Ratu setahu saya cuma bis. Dari Bogor sampai terminal Pelabuhan Ratu memakan waktu 3 jam dan dari Pelabuhan Ratu ke Bogor memakan waktu 5 jam karena jalur ke Bogor menanjak.

Tak banyak yang kami lakukan di Pelabuhan Ratu karena kami harus segera pulang. Kami hanya mengunjungi pasar dekat terminal dan Pantai yang berpasir hitam di pagi hari.

Demikian pengalaman saya di Bogor dan Pelabuhan Ratu. Silakan email jika ada pertanyaan. 😊

Advertisements
0

Kombinasi Wisata yang Sejuk dari Bromo dan Malang

Setelah menilik blog ini, ternyata ada 3 draft yang belum saya selesaikan. Hadeeh…tapi saya ingin menulis pengalaman saya yang masih hangat ini. 😀

Yeeiy…Liburan Term 1 sudah tiba. Satu minggu yang saya nantikan sejak awal tahun ajaran 2015-2016. Hehehe… Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman saya bersama teman-teman guru saya ketika memulai libur kami dengan mengunjungi tempat yang lama kami nantikan, yaitu Bromo. Yeeeiy…Saya pribadi sangat merindukan Malang. Kota yang sejuk, nyaman, bersih dan membuat saya jatuh hati pada tempat-tempat wisatanya.

Setelah mengadaptasikan diri dan anak-anak selama delapan minggu pertama, tibalah libur Term 1 kami selama satu minggu. Saya dan lima teman sesama guru sudah berencana untuk pergi ke Bromo melalui Malang di liburan ini. Kami memutuskan untuk berangkat lebih awal yaitu pada hari Jumat, 9 Oktober 2015. Sekitar tiga minggu sebelumnya, kami sudah memesan tiket kereta menuju Malang. Alasan kami menuju Bromo melalui Malang karena kami ingin mengunjungi salah satu pantai di Malang yang mana masih jarang dikunjungi. Kereta kami berangkat dari Stasiun Tawang pada pukul 11.30 malam dan sampai di Stasiun Malang Baru sekitar pukul 8.20. Sesampainya di Malang, kami mengisi perut dengan soto di depan stasiun. Kami pun memutuskan untuk menyewa mobil menuju Malang. Setelah melalui negosiasi yang alot (ciyeeh..), akhirnya kami menyewa mobil beserta sopirnya dengan harga Rp 650.000. Beruntung kami mendapat sopir yang baik dan mobil yang luas, yaitu mobil Kijang Inova. Kami pun langsung berangkat menuju penginapan di Cemoro Lawang.

Touch down penginapan sekitar pukul 12.10. Kami menginap di Homestay Yoschi. Tempatnya cukup nyaman dan hangat karena kamar tempat kami menginap berlantai kayu. Desain homestay ini seperti penginapan di Bali. Homestay ini juga memiliki cabang di Bali dan kota lainnya. Saya dan teman-teman memilih kamar yang muat untuk tujuh orang dengan lima tempat tidur. Di sana juga terdapat cafe dengan menu yang bervariasi juga. Kami pun segera memesan makan siang.

Kegiatan selanjutnya kami gunakan untuk bersantai saja dan tidur lebih awal karena kami harus bangun jam 03.00 pagi untuk melihat matahari terbit dan memulai petualangan kami di Bromo. Berkat pak sopir kami, yaitu pak Hari, kami bisa mendapatkan mobil Jeep yang cukup murah untuk empat tempat wisata yaitu Pananjakan, Kawah Bromo, Bukit Teletubies dan Pasir Berbisik. Kami bangun sekitar jam 2 pagi dan mulai bersiap. Saya dan teman-teman sarapan pisang. Pisang sangat praktis dan memberi cukup energi. Kami juga wudhu agar nantinya tak perlu berwudhu di mushola dengan angin yang dingin. Sampai di Pananjakan, jeep kami ternyata tidak bisa parkir lebih dekat lagi dengan tangga Pananjakan. :(( Dengan jarak yang masih lumayan jauh, kemacetan jeep beserta ojek dan bau asap knalpot yang membuat saya jadi tambah ngos-ngosan sampailah saya dan seorang teman saya pada mushola, ya, kami terpisah dari rombongan. Ketika saya sholat pun, saya tidak menemukan teman saya. Maklum kurang komunikasi di awal karena ada panggilan alam. 😀 Well, saya tetap santai melenggang tapi dengan pak ojek menuju spot untuk melihat matahari terbit karena akhirnya saya bertemu rombongan di sana. 😀 Sampai di sana, spot sudah dipenuhi banyak orang tapi saya tetap bisa menerobos karena banyak orang yang menyerah menunggu sang mentari terbit. Hihihi…

Selanjutnya, kami langsung dibawa jeep menuju Kawah Bromo. Yah, lagi-lagi jeep berhenti jauuuh dari spot dan kali ini yang “menggoda” adalah si kuda. Berjalan di tanah berpasir memang lebih membutuhkan tenaga ditambah dengan kelihaian kita dalam menghindari “ranjau” alias kotoran kuda 😀 Kami tetap menahan godaan dan tetap berjalan menuju kawah Bromo karena kami masih harus menaiki anak tangga menuju Kawah Bromo. Salah seorang teman saya menghitung jumlah anak tangganya. Ada sekitar 230 anak tangga menuju kawah Bromo.

Bromo

Bromo

Setelah itu, kami menuju bukit Teletubies. Sayangnya, mungkin karena kemarau yang panjang ini, bukit Teletubies kurang begitu hijau. Selesai dengan bukit Teletubies, tempat berikutnya adalah Pasir Berbisik. Di sana terbentang dataran berpasir yang Subhanallah luas sekali. Setelah jepret sana-sini kami diantar kembali ke penginapan. Sampai di penginapan sekitar pukul 10.50, kami langsung menyantap sarapan layaknya orang kelaparan. 😀

Pukul 12.00 siang kami check out dan langsung menuju Malang. Sampai di Malang kami mampir di Rumah makan Bakso President. Tempat ini unik karena di depan rumah makan ini adalah rel kereta aktif dan beberapa artis ibu kota pun pernah mampir makan di tempat ini. Berikut penampakannya…

Bakso Presiden, Malang

Bakso Presiden, Malang

Kami lalu menuju guest house Kosabra. Kami mendapat kamar untuk 3 orang dengan 2 tempat tidur kalau tidak salah seharga Rp 130.000. Tempatnya nyaman dan cukup bersih. Paginya kami diantar pak Hari menuju destinasi selanjutnya yaitu pantai Balaikambang. Tapi kami mampir sarapan di soto maknyus yaitu Warung Soto Ambeng sesuai saran pak Hari. Benar-benar mantap soto di warung soto Ambeng ini. Harganya pun terjangkau. Saya memilih soto telur seharga Rp 12.000. Perjalanan menuju pantai Balaikambang cukup berkelok-kelok sampai saya mabuk dibuatnya. Tapi semua terbayarkan dengan indahnya pantai Balaikambang. Saya suka pantai seperti Balaikambang karena ombaknya jauh dari tepi pantai. Tiket masuk pantai Balaikambang seharga Rp 11.000 dan parkir mobil seharga Rp 10.0000. Berikut ini penampakan narsis saya. 😀

Pantai Balaikambang, Malang

Pantai Balaikambang, Malang

Selesai bermain air di bawah sinar matahari yang terik, kami mampir ke toko Oen untuk makan sore. Harga di tempat makan ini membuat isi dompet saya sepi. 😀 satu scoop es krim dihargai Rp 20.000. Setelah itu, kami diantar ke tujuan terakhir yaitu penginapan salah seorang teman kami yang menjadi spot penjemputan travel kami. Sembari menunggu jemputan mobil travel kami pukul 19.00, kami merinci biaya akomodasi yang kami keluarkan. Berikut ini rincian biaya yang kami berenam keluarkan selama di Bromo dan Malang:

Kereta Semarang-Malang Rp 690.000
Sewa mobil + Sopir Malang-Bromo Rp 650.000
Akomodasi Sopir di Bromo Rp 150.000
Guesthouse di Bromo Rp 450.000
Jeep Rp 600.000
Tiket masuk Bromo Rp 200.000
Sewa mobil + Sopir Bromo-Malang Rp 650.000
Guesthouse di Malang Rp 260.000
Sewa mobil menuju pantai Rp 650.000
Tiket masuk pantai Rp 200.000
Travel Malang-Semarang Rp 750.000
Total akomodasi kami berenam : Rp 5.250.000

Jadi biaya akomodasi tiap orang adalah Rp 875.000.

Dari pengalaman saya ini, berikut tips yang bisa saya berikan:

* Bau belerang kawah Bromo sangat menyengat dan membuat banyak pengunjung batuk-batuk. Siapkan masker, kalau perlu basahi masker dengan air.
* Ketika mengejar sunrise di pagi yang gelap, tetaplah bersama rombongan anda agar tidak seperti saya. Hehe..
* Sarapan pisang sebelum memulai mendaki sangat cocok karena memberi energi tanpa memberi rasa penuh dan kantuk

Demikian tulisan saya kali ini. Semoga bermanfaat… Ciao 🙂

0

Menikmati Taman Bunga Selecta dan Berfoto Bersama Satwa di Batu, Malang

Yeeiy…libur telah tiba. Senangnya menjadi guru, terutama guru sekolah internasional, libur kenaikan kelas adalah libur terpanjang kami. Tujuh minggu ciiinn…Kebetulan libur kali ini bertepatan dengan Ramadhan 1436 H, Jadi puasa cuma leha-leha di rumah. Namun, hari pertama liburan saya dan teman-teman pergi berwisata ke Batu, Malang. Rencana awal kami adalah pergi ke Bromo melalui Malang tetapi karena teman kami sakit jadi kami cuma ke Malang. Jyaaa…masih tetap amazing. Tiket kereta sudah dipesan sebulan yang lalu, kalau dulu tiket kereta ke Malang bisa seharga 65.000 tapi sekarang jadi 115.000. Sebenarnya kami ingin naik travel ke Malang, tetapi saya informasi dari travel yang saya dapat waktu itu hanya melayani perjalanan Semarang – Malang di siang hari. Kami berangkat  pada hari Sabtu malam dan sampai di Stasiun Malang di pagi hari. Setelah itu kami menuju agen travel Malang – Semarang di sekitar stasiun untuk memesan tiket pulang ke Semarang di hari Senin malam. Tiket travel saat itu pun naik dari 140.000 menjadi 150.000. Selesai dengan tiket travel, kami bergegas pergi menuju Jatim Park…yeeiy 😀

Sampai di sana kami memutuskan untuk mengunjungi tempat yang kami inginkan. Saya dan teman bule saya memilih ke Batu Secret Zoo dan teman saya memilih Ecogreen Park. Sebenarnya kami sudah pernah ke BSZ dan Ecogreen park tapi saya pribadi ingin kembali karena ingin berfoto dengan baby tiger. Kunjungan saya dulu gagal bertemu dengan baby tiger gara-gara tiket sakti + jadwal kereta yang membuat kami tergesa-gesa. 😥 Walaupun akhirnya yang saya temui bukan baby tiger anymore, tapi teen tiger..udah gede bo’ :s Who cares, saya tetap gembira bisa bertemu si harimau. yeeeiiy…tiket untuk masuk Batu Secret Zoo seharga 105.000, sepaket dengan museum satwa. Well, saya sudah pernah ke museum dan agak boring why? find out yourself :p Sudah sepaket, mau gimana lagi.

Saya sudah tidak sabar melihat hewan-hewan besar. Akhirnya kami berkesempatan berada di sana saat feeding time alias waktunya makan 😀 Kami memberi makan kelelawar, jerapah, harimau dan badak. Subhanallah, dulu waktu kecil saya cuma menontonnya di National Geographic atau channel binatang di TV, senang sekali melihat mereka secara langsung dan menyentuh mereka (anak-anak banget). Saya kesulitan menyembunyikan kegembiraan yang begitu alay bila orang melihat saya. Xixixi…Dulu juga pernah ke kebun binatang tapi kebun binatang paling indah yang saya kunjungi baru BSZ. Hehe…Oiya, anda bisa memberi makan hewan-hewan tertentu di feeding time. Beberapa di antaranya gratis dan sudah disediakan tapi untuk hewan-hewan besar memang bayar. Murah, hanya 5000-10.000 saja. Untuk memberi makan jerapah hanya 5000. It’s amazing. They’re adorable tall animal. Untuk memberi makan harimau yaitu memancing harimau untuk melompat mengambil daging ayam, anda cukup membayar 10.000. Petugasnya bilang, daging ayam itu cuma snack. Jyaaah… 😀 Oiya, untuk memberi makan badak, anda membayar 10.000 untuk 3 buah pisang. Ini pengalaman yang lucu bagi saya, ternyata mulut badak unik sekali. Saya masih geli bila teringat si badak membuka mulutnya untuk pisang. Xixixi..Subhanallah. Berikut penampakan mereka…

IMG_20150623_073857

Setelah selesai di BSZ dan Museum Satwa, kami bergegas menuju penginapan. Lelah dan ngantuk sekali. Kami menginap di Pondok Jatim Park yang masih berada di area Jatim Park. Murah, cuma Rp 315.000 untuk kamar dengan 3 tempat tidur. Kami tidur sejenak lalu setelah magrib, kami makan malam di Pasar Parkiran yang masih di area JP. Di sana ada beberapa wahana bermain dan tentunya food court. Harganya memang harga wisata tapi tidak terlalu mahal. Kami pun mencoba beberapa wahana dan menyegarkan kaki dengan pijat refleksi yang murah sekali, cuma 10.000. 😀 walau tidak sampai 1 jam. Tapi lebih dari cukup merelaksasi kaki.

Paginya, Saya dan teman saya pergi ke Selecta dan teman bule saya pergi ke Ecogreen park. Untuk menuju Selecta, kami naik angkot warna oranye dengan menunggunya di depan gerbang JP 1. Lalu lintas saat itu sangat lancar bahkan seingat saya tidak ada lampu lalu lintas. Angkot berhenti tepat di depan Selecta dalam waktu sekitar 25 menit dan cukup membayar Rp 6000. Tiket masuk Selecta seharga Rp 30.000. Di sana kita tidak hanya menikmati udara yang sejuk dan taman bunga yang menakjubkan, tetapi juga bisa berenang. Ada kolam renang anak-anak dan dewasa. Ada beberapa wahana tetapi anda harus membayar lagi. Untuk kembali ke JP, kita tinggal menunggu angkot oranye yang sama di depan Selecta. Di sana, angkot, taxi dan ojek akan selalu menawarkan diri untuk mengantar sampai ke tempat tujuan dengan biaya yang mereka tawarkan, waktu itu sopir angkot menawarkannya dengan harga 35.000 langsung sampai JP. Tapi kami tetap tidak mau, jadi kami menumpang sampai terminal seharga Rp 6000 lalu ganti angkot warna kuning dan hanya berhenti di JP 2 dengan membayar Rp 10.000. Kami sampai di penginapan jam setengah satu siang dan check out.

IMG_20150625_140859

Setelah itu, destinasi selanjutnya adalah museum Angkut dan D’Topeng. Kami ke sana dengan shuttle yang disediakan JP. Teman bule saya mengunjungi museum Angkut sedangkan saya dan teman saya ke D’Topeng karena kami sudah pernah ke museum Angkut. Tiket untuk masuk museum D’Topeng Rp 30.000. Isinya tentang koleksi topeng dari pelosok nusantara dan beberapa senjata tradisional. Setelah itu, kami berjalan-jalan di area pasar apung dan mencoba naik perahu untuk berkeliling dengan membayar Rp 10.000.

Selesai berkeliling di pasar apung, kami menyempatkan diri untuk mengunjungi alun-alun Batu, di sana ada Ferris wheel yang sepertinya dikelola oleh pemkot Batu. Cukup membayar Rp 3000 kita bisa melihat kota Batu di atas Ferris wheel selama kurang lebih 7 menit. 🙂

Okay, waktu menunjukkan pukul setengah 5 sore. Kami langsung mencari taxi dan pergi menuju agen travel. Perjalanan Batu-Malang waktu itu lebih lancar dibanding kunjungan kami beberapa bulan yang lalu (ketinggalan kereta ciin 😥 ) Kami sempat mampir membeli oleh-oleh dan sampai di agen travel dekat stasiun tepat ketika adzan magrib berkumandang. Kami titipkan barang-barang kami di agen lalu makan malam di Kertanegara Resto. Well, it’s a nice restaurant to end the trip in Malang.

Semoga informasi ini bermanfaat. Happy holiday, guys.

Indonesia is gorgeous… ❤

0

Trip ke Singapura 2014 (unfinished)

Singapore Trip 2014
Hai, finally the bonus was coming. Hehe…Setelah kepala penuh ilmu IPC di Malaysia yang bahkan membuat saya enggan untuk berfoto-foto di Malaysia. Hal yang saya tunggu adalah Jalan-jalan di Singapore dan bertemu sohib di sana. Saya dan teman saya menuju Universal Studio. Saya naik kereta jam 22.00 dari Malaysia dan tiba di Singapore jam 7 pagi. Ibu expat saya sudah memesankannya jauh-jauh hari secara online. Keretanya nyaman tapiiii….suhu di kereta seperti di Kutub Utara. Dingin minta ampun. Jangankan saya penghuni Negara tropis, para bule yang memakai pakaian pendek pun mengganti pakaian mereka menjadi serba panjang dan tebal. Ya Allah ya Karim, dinginnya setengah mati. Kalau bukan karena ngantuk berat, saya tidak mungkin bisa tidur.
Berikut ini, penampakan di kereta..

Kereta Malaysia-Singapura

Kereta Malaysia-Singapura

Setelah menggigil kedinginan karena kereta bersuhu es lalu keluar masuk imigrasi di perbatasan Johor Baru dan masuk ke imigrasi Singapore sampailah saya di stasiun akhir. Lalu naik bis dari stasiun ke MRT, cukup membayar 1 SGD. Saya lupa nama area MRT dari stasiun itu, dari situ saya naik MRT menuju Chinatown. Dengan kereta secepat itu, waktu yang dibutuhkan untuk menuju Chinatown sekitar 30 menit. Sesampainya di Chinatown, dengan membawa koper besar dan perut yang lapar saya mencari penginapan yang sudah dipesankan si ibu, namanya Berry Good. Ternyata ada beberapa cabang di sekitar Chinatown. Mondar-mandir samba nahan laper 😥 Akhirnya saya sampai di Berry Good dan numpang mandi karena saya baru bisa check in jam 12 siang. Waktu itu baru jam 8 an.

Ketika traveling ke luar negeri, Wifi layaknya hujan di kala kemarau bagi saya. Untuk memastikan bahwa saya dan keluarga di rumah baik-baik saja plus browsing informasi tempat wisata, saya pun segera konek internet. ToT akhirnya…Sambi menunggu teman saya yang sedang menyeberang dari Batam ke Singapore, saya makan mi instan. Hehe.
Akhirnya, teman saya datang, karena saya lupa member alamat menginap (bego banget), saya putuskan untuk berlari menuju stasiun MRT Chinatown. Taraaaa…akhirnya ketemu. ToT..saya jadi terhura, eh terharu. Here we go, the fun officially began 😀

Sekitar jam 1 siang, kami check in dan bersiap menuju Universal Studio, udah telat bo’..tapi mau gimana lagi. Tiket saya $63 sudah dibookingkan oleh bu expat. Akhirnya kami segera menuju ke US. Maaf saya lupa rute MRT menuju US. Hehehe.

Photo2741

Langsung ajah…sampailah kami di US bukan United State :p tapi Universal Studio. Oh my Allah, it’s a dream come true. You just made it better than what I ever wished. Alhamdulillah…People, they were right, Allah’s plan for us is always perfect. We just need to be thankful and keep doing the right things.

Di sana, kami macam orang bingung karena waktunya tinggal 2 jam untuk wahana-wahana tertentu. Wahana yang paling seru bagi saya yaitu Transformer nest, The Mummy dan Jurassic Park. So much fun at USS.

(unfinished)

0

Jambore Koskas #4 Bogor 1-3 Mei 2015

Jambore Koskas #4 Bogor

Jambore Koskas #4 Bogor

Salam gowes … Highlight di bulan Mei 2015 ini bagi saya adalah ketika saya mengikuti acara tahunan komunitas sepeda yang saya ikuti yaitu Jambore Koskas ke-4 di Bogor. Saya pertama kali menjadi anggota Koskas (Komunitas Sepeda Kaskus) reg. Semarang di tahun 2011. Waktu itu hobi bersepeda sedang booming. Seiring berjalannya waktu, bersepeda tidak lagi terlalu populer saat ini. Tapi kami bukan korban tren bersepeda. Bersepeda memang sudah menjadi hobi kami sampai kapanpun. Bagi saya pribadi, jauh sebelum bersepeda menjadi hobi yang populer, saya sudah jatuh cinta pada hobi ini. Saya senang karena sebagian besar teman-teman komunitas sepeda ini bukan korban tren. Terbukti dengan berlanjutnya acara Jambore Koskas mulai dari Jambore pertama di Yogyakarta, Jambore ke-2 di Bandung, Jambore ke-3 di Semarang dan Jambore ke-4 di Bogor. Jambore #4 ini, awalnya saya tidak begitu tertarik karena belum tahu pasti rencana pada long weekend waktu itu, 1-3 Mei 2015. Akhirnya di bulan Maret, teman saya mengajak lagi. Entah kenapa, sebelum itu pun saya kembali bersepeda tiap sore, rindu sekali rasanya. Alhasil, saya mendaftarkan diri untuk mengikuti Jambore #4. Saya pun semakin excited untuk mengikuti Jambore karena menawarkan Camping, fishing, dan canoeing. Tapi semua itu berubah karena sponsor dan cuaca Bogor yang masih penghujan. Tak apalah, saya tetap senang karena bisa bertemu dengan teman-teman. Okay, karena akan kembali bersepeda dengan teman-teman yang betisnya jago tanjakan, saya mulai latihan setiap akhir pekan. Saya mulai berlatih di tanjakan dekat rumah. Awalnya 3 kali saya harus berhenti untuk istirahat selama menanjak tapi akhirnya cukup 1 kali berhenti sejenak. Masih buruk sih, tapi setidaknya saya berusaha.

Bulan April saya sudah booking kereta menuju Pasar Senen Jakarta. Pertengahan Mei, semua tiket di bawah 200ribu rupiah sudah habis. Hari Kamis tanggal 30 April, saya berangkat dari stasiun Semarang Tawang jam 7.30 malam. Panitia menyarankan saya untuk turun di stasiun Jatinegara karena dekat dengan basecamp, sampai di stasiun Jatinegara jam 2.15 pagi dan dijemput oleh Bunda Hippo dan teman-teman. Wow, Jakarta benar-benar ganas. Para sopir angkot teriak-teriak kasar sekali. Welcome to Jakarta, Baby. Sesampainya di basecamp, saya tidur dengan Bunda dan paginya kami siap berangkat menuju Bogor jam 9 pagi. Banyak teman-teman yang memilih gowes menuju Cisarua, Bogor dan sebagian menggunakan mobil. Perjalanan Jakarta-Bogor bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam saja tapi karena macet menuju puncak dan rehat sejenak untuk sholat Jumat, kami baru sampai setelah 5 jam kemudian. Saya tetap menikmatinya karena bersyukur saya tidak berurusan dengan macetnya Jakarta setiap hari. Sesekali boleh lah bermacet ria dengan teman-teman. Hehe…Sampai di tempat penginapan Laguna Resort Hotel, desa citeko, Cisarua Bogor sekitar jam 2.30 siang. Ini dia penampakannya…

Touch down Laguna Resort, Jambore Koskas #4 Bogor

Touch down Laguna Resort, Jambore Koskas #4 Bogor

Jambore Koskas #4 Bogor

Jambore Koskas #4 Bogor

Malam hari, akhirnya teman-teman gowes dan sohib sampai di penginapan dengan selamat. Gowes dari Jakarta ke Cisarua dari jam 9 pagi sampai jam 8 malam. Setelah itu, ramah tamah dan briefing kegiatan di hari Sabtu.

Ramah tamah dan Briefing untuk kegiatan di  hari Sabtu.

Ramah tamah dan Briefing untuk kegiatan di hari Sabtu.

Paginyaaa……yeeiy…hari untuk jadwal offroad yang saya tunggu-tunggu akhirnya datang. Offroader berangkat jam 7 pagi karena khawatir ada sistem buka tutup, maklum jalur puncak macet cyiin…Trek Nu Rindu Alam puncak Bogor benar-benar trek yang oke untuk pemula seperti saya. Cuaca saat itu Alhamdulillah cerah mendung ceria. Baru kali ini saya sangat menikmati gowes offroad. Ada tanjakan yang cukup bikin amsyong tapi saya bisa lewati dengan tetap gowes tapi dengan beberapa kali istirahat beberapa menit. trek kali ini benar-benar membuat saya ketagihan offroad. Sepeda pinjaman pun sangat nyaman dengan badan. Saya jadi galau ingin mengganti si Berry. hihihi…tapi buat apa pula, saya tidak aktif ber-offroad ria. 😀 Setelah itu, kami sampai lagi di penginapan sekitar jam 13.30. Saya cuci sepeda sebentar lalu bergegas mandi dan sholat.

Malamnya, kami berkumpul untuk acara bagi doorprize. Makan malam kali ini ala barbeque, ada ayam, sosis dan jagung. Saya mendapat jaket sebagai doorprize, lumayan bisa buat oleh-oleh orang di rumah. 😀 Hari Minggu, hari ke-3 Jambore koskas #4 pagi itu adalah bermain dan berbagi dengan anak-anak yatim di sekitar penginapan. Para anggota Jambore sudah membawa 2 kado untuk diberikan kepada anak-anak. Menyenangkan sekali..saya senang ide acara ini. Ketika acara hampir selesai, hujan datang. Siangnya kami makan siang dan kumpul untuk menutup event ini. Di sesi penutupan yang dibawa oleh host Om Basyir, kami benar-benar dibuat sakit perut karena banyolannya yang mengocok perut, salah satu bahan candaannya adalah saya. 😀 Gokil banget Om Basyir. Lucunya ga ketulungan.

Setelah penutupan, kami mulai berkemas untuk pulang. Sebagian teman-teman gowes menuju Jakarta. Saya dan teman saya diantar oleh salah seorang panitia menuju stasiun Pasar Senen, takut kena macet jadi kami buru-buru pergi setelah berpamitan dengan teman-teman. Saya cium tangan Bunda Hippo dan pamit. Saya sangat bersyukur bisa mengikuti acara ini karena mendapat pengalaman baru, bertemu sohib tersayang, bertemu teman-teman dengan hobi yang sama teman-teman juga panitia yang sangat memperhatikan dan memberi kenyaman pesertanya.

Viva La Koskas <3

Viva La Koskas ❤

Viva La Koskas :*

0

Liburan di Malang

Hiyeeiiy…Akhirnya libur musim semi tiba. Haha. Maklum kita ngikut tahun ajaran yang dipakai sekolah internasional. Kalau di sini disebut libur setelah mid semester 2. Okay. Liburan tiba dan saya sudah booking tiket kereta menuju Malang. Sudah lama ingin kembali mengunjungi kota itu. Saya naik kereta ekonomi seharga 65ribu. Ya ada harga ada rupa. Saya dan teman saya beradu lutut dengan penumpang di depan kami. Berangkat pukul 21.56 WIB hari Minggu dan sampai di Malang menurut jadwal sih Senin, jam 7.00 tapi kereta mogok lama dan sampailah kami pukul 8.00. Tak apalah, hari pertama selalu bersemangat dan kami langsung naik angkot menuju terminal dan naik bis menuju Jatim Park 1. Dalam perjalanan menuju Jatim park, kami kagum dengan kota Malang yang dipenuhi bunga-bunga dan pepohonan rindang sepanjang jalan. Banyak taman kota dan pohon-pohon palm besar yang bagi saya mewah. Pasti asyik sekali bersepeda santai di jalanan Malang yang teduh dan lebih sejuk dibanding Semarang. :p

Yeeeiy… Sampai juga di JP 1. Semua sudah banyak berubah. Tempat ini sudah banyak diupgrade bila mengingat kedatangan saya di tahun 2011 lalu. Banyak wahana dan tempat baru di JP group. Dulu saya hanya mengunjungi JP 1. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli tiket sakti. What a surprise, tiketnya naik. Menurut informasi yang saya dapat dari internet, tiket sakti seharga 175 ribu bisa dipakai untuk mengunjungi Ecogreen park, JP 1, Batu Secret Zoo dan BNS. Yah, sekarang harganya 275 ribu dengan tambahan tempat yaitu museum angkut dan Museum Tubuh Bagong yang mana kami tidak tertarik pada si Bagong ini. Tapi ya sudahlah, kami putuskan untuk tetap mengambil tiket sakti.

Jatim park 1 2015

Jatim park 1 2015

Tiket Sakti Jatim park

Tiket Sakti Jatim park

Jatim park 1 sangat indah dan semakin lengkap. Kami langsung cepat-cepat ke wahana baru. Yes, I love amusement park. Pertama, kami mencoba pendulum. Gila! Luar biasa sensasinya. Wow! Teman saya langsung KO dan tidak ingin mencoba wahana selanjutnya. Ini dia penampakan pendulum JP 1.

Pendulum Jatim park 1

Pendulum Jatim park 1

Setelah itu saya coba kora-kora. Tidak sehebat kora-kora di Ancol tapi cukup membuat saya mau muntah karena mencobanya setelah pendulum. Saya lanjut mencoba wahana-wahana lainnya, yang mana teman saya memilih untuk istirahat karena mual. Saya tidak mau menyia-nyiakan tiket mahal ini begitu saja. Hehehe. Setelah itu, kami Sholat dan makan. Saya salut dengan tempat wisata ini karena di mana-mana tersedia mushola yang nyaman dan bersih juga toilet yang banyak dan sangat bersih. No.1 memang kebersihan ya. Jelek tak apa asal bersih. Tapi toilet di sana bagus dan bersih bahkan dibuat sesuai tema tempat. Sayang saya tidak foto toiletnya. Ya iyalah..hihihi.

Setelah dari JP 1, kami hendak menuju Batu Secret Zoo, saya sudah tak sabar berfoto dengan fauna di sana, menurut informasi di internet, kami bisa berfoto dengan burung-burung. Teman saya menyarankan untuk mampir sebentar di Ecogreen park. Okelah, karena tadinya kami tidak tertarik, lagi-lagi berdasarkan info dan foto di internet. Betapa takjubnya kami ketika memasuki Ecogreen park semakin jauh. It is a Fantastic spectacular extraordinary brilliant place. We were amazed. Subhanallah…tempat ini indah sekali. The architects must be very thoughtful to build this gorgeous place filled in with gorgeous creatures. Yap, the brids are there! Tadinya saya kira berfoto dengan burung di BS zoo tapi ternyata di Ecogreen park kami bisa berfoto dengan mereka. What an amazing experience. Thanks to tiket Sakti for we felt sorry to miss Ecogreen park if you didn’t mention it. Rasanya tidak ingin pulang dan akhirnya jalan-jalan kami di Ecogreen park memakan waktu lebih dari yang kami inginkan yaitu lebih dari 3 jam. Itu pun kami tidak sempat berfoto dengan burung hantu dan memutuskun untuk mampir berfoto keesokan harinya. Berikut ini penampakan di Ecogreen park.

Eco Green Park ... menakjubkan

Eco Green Park … menakjubkan

Photo3856

Sorenya, kami naik ojek menuju penginapan dekat Batu Night Spectacular. Naik ojek sekitar 1km dari JP 2 seharga 10ribu. Malamnya, kami mengunjungi BNS. yah menurut saya tidak sespektakuler Ecogreen park. Kami agak kecewa karena semua wahana berbayar. Jadi kami hanya masuk ke wahana lampion dan berfoto di sana. Badan sudah capek jadi senyum saya tidak semudah senyum di pagi itu plus kecewa karena ekspektasi saya terlalu tinggi pada BNS.

Keesokan harinya, kami segera bersiap dan check out menuju JP 2. Cukup berjalan kaki sekitar 15 menit dari penginapan kalau mau. Ada angkot menuju JP 2 tapi kami menunggu terlalu lama jadi kami memilih berjalan kaki. Sesampainya di JP 2, kami bergegas menuju tempat berfoto dengan burung hantu. Subhanallah, they were there. Saya memang dari dulu jatuh cinta dengan binatang ini. Ingin memeliharanya tapi tak direstui Ibunda. hik hik…Restu Ibu memang penting ya. Salah satu dari burung hantu tersebut ada yang mau dielus. OMG, Subhanallah…nikmat sekali rasanya mengelus si burung hantu. Cukup mengobati keinginan saya memeliharanya. Saya sampai balik ke tempat itu ketika teman saya pergi ke toilet. Gak mau pulang…ToT

Si owl cantik yang bikin ga pengen pulang

Si owl cantik yang bikin ga pengen pulang

Segera, setelah berfoto dengan mereka, kami menuju Batu Secret Zoo dan kembali terkagum-kagum dengan koleksi hewan BSZ. Banyak hewan yang bahkan saya baru ketahui. They look unreal. Saya juga berfoto dengan hewan nocturnal yang mana saya lupa menanyakan hewan apakah itu karena sibuk ketakutan tapi ingin berfoto.

arsiteknya benar-benar cerdas

arsiteknya benar-benar cerdas

Di dalam BSZ juga terdapat wahana yang kebanyakan untuk anak-anak tapi juga ada yang untuk dewasa, contohnya si Octopus ini. Jangan meremehkannya karena warna-warni, wahana ini lumayan membuat jantungan. Hihihi

Looks fun eh? Indeed, but it's enough to shock me.. :D

Looks fun eh? Indeed, but it’s enough to shock me.. 😀

Tak bisa berlama-lama bermain, kami melanjutkan trip dan sampailah ke area kucing besar. Yang membuat saya kecewa adalah, saya tidak bisa mengikuti sesi foto dengan anak harimau. Huwaaa…..Itulah alasan terbesar saya ingin kembali mengunjungi tempat ini. Kami harus segera pergi menuju museum angkut yang mana luasnya 4 hektar. Waktu menunjukkan pukul 1. Kami makan siang dan lanjut ke museum angkut naik shuttle. Benar, 2 jam di sana tidak akan cukup memuaskan mata kami yang mengagumi koleksi mobil dan motor antik di sana juga arsitektur yang lagi-lagi menakjubkan. Alhasil, kami selesai pukul 3.30 dan harus segera menuju stasiun.

Museum Angkut Malang

Museum Angkut Malang

Teman saya perlu belanja oleh-oleh jadi kami mampir JP 1 untuk membeli oleh-oleh. Saya tidak ingin belanja saat itu karena merasa sangat lelah. Hari ke 2 sangat menguras tenaga dan semangat. Jam 15.45 kami bergegas ke terminal dengan diantar seorang petugas JP yang berbaik hati mengantar kami. Terima kasih bapak. Beliau menyarankan kami untuk naik taxi karena waktunya terlalu mepet. Si sopir taxi minta tanpa argo dan minta 100.000 untuk mengantar kami dari Batu ke Malang. Betul, sangat mepet dan kami pun ketinggalan kereta -___- … Lain kali kami akan gunakan ojek walaupun bayarnya sama bila berdua. Akhirnya, kami naik travel menuju Semarang jam 7 dan sampai di Semarang jam 5 pagi.

Okay. Semoga info terbaru ini cukup bermanfaat bagi anda yang hendak ke Jatim Park group, Malang. 😀